Senin, 12 Maret 2012

Kesimpulan Mubahasah Ulama Aceh Terhadap Pemahaman yang Menimbulkan Bid'ah dan Syubhat

MEMBACA :
Makalah berjudul ringkasan ajaran yang menimbulkan bid'ah dan syubhat dalam masyarakat oleh panitia mubahasah ulama se-Provinsi Aceh.
Butir-butir ringkasan makalah adalah sebagai berikut :
1. Ajaran tentang "Manusia Berasal Dari Allah" adalah sesat dan menyesatkan karena dalil yang digunakan yaitu innalillahi wainna ilaihi raji'un ditafsirkan secara keliru seperti yang disampaikan dalam ceramah Ust. Kasem bin Sulaiman.
2. Ajaran yang menyebutkan bahwa "Beriktikad Ada Wujud Diri Adalah Dosa" dengan alasan Wujuduka Zanbon adalah sesat menyesatkan karena ungkapan tersebut tidak memiliki rujukan yang jelas.
3. Ajaran tentang shalat terdiri dari empat unsur yaitu berdiri adalah api; rukuk adalah angin; sujud adalah air dan duduk adalah tanah sesat menyesatkan dan tidak ada sumber dari agama.
4. Ajaran "Mengenal Tuhan baru dianggap dengan Cara Menfanakan Wujud dan Sifat" adalah sesat menyesatkan karena tidak ada sumber yang jelas.

Lembaga Terselubung Dalam Islam Yang Menghancurkan Islam

LEMBAGA-LEMBAGA TERSELUBUNG DALAM ISLAM
YANG MENGHANCURKAN ISLAM
Oleh : Tarmizi Zakaria
A. Pendahuluan
Banyak cara yang dilakukan musuh-musuh Islam untuk menghilangkan agama yang menjadi rahmatan lil'alamin ini hilang dari permukaan bumi. salah satunya yaitu mendirikan lembaga, oraganisasi, LSM dan sejenisnya yang berwajahkan Islam, namun sebenarnya berisikan visi dan misi yang bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. 
Perjuangan mereka sudah dimulai jauh-jauh hari, bahkan semenjak masa Rasulullah Saw. saat itu mereka (Yahudi) berusaha menfitnah istri Nabi, mengacaukan ajaran Islam, memecah belah kaum Anshar dan Muhajirin. Memecah belah Ali r.a dan Muawiyah r.a. sehingga Aisyah turun tangan. Membuat ratusan hadist-hadist palsu, memasukkan dongeng Israiliyat merubah penafsiran Al-Quran dan sebagainya. Yang paling jelas dan nyata saat ini adalah membuat lembaga pendidikan, oraganisasi, LSM dan sejenisnya yang dipimpin seorang alim didikan meraka yang menafsirkan Al-Quran dan Al-Hadist dengan alam pikiran mereka.

Jejaring Sosial dan Fitnah Wanita

Seorang taman saya yang wanita baru-baru ini membuat keputusan yang saya anggap cukup berani. keputusan itu diambilnya setelah melalui berbagai renungan dan pertimbangan jauh juga panjang, mungkin juga rumit. Dia memutuskan menghapus semua temannya di salah satu situs jejaring sosial ternama, tapi yang laki-laki saja. Mulanya, hanya teman laki-laki yang tidak dikenalnya, ternyata pikirannya berubah. Akhirnya semua yang berjenis kelamin rijalun dihapusnya, termasuk saya.

Sebelum kejadian itu berlaku, dia sempat meng-sms saya dan meminta maaf atas apa yang akan dilakukannya. Selaku orang bijak (ekheem) saya tentu sangat mendukung keputusannya karena itu hak preogratrifnya (maaf kalau tulisannya salah). di ujung balasan sms, saya sempat bertanya alasannya melakukan itu, walau pun pada dasarnya saya sudah tahu duduk persoalannya dia berbuat demikian.

Balasan sms sedikit panjang memakan tiga layar hape saya pun masuk. Setelah membaca panjang lebar isinya, tentu mulai dari awal kemudian pertengahannya, akhirnya saya menemukan inti masalahnya di ujung pesan. Dengan memakai tanda kutip dia menulis

Kamis, 22 Desember 2011

SEDEKAH ITU SENI

Saya sempat terkejut saat melihat sebuah judul berita di www.voanews.com. Bagaimana tidak, saat sedekah yang merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam menjadi sebuah tampilan dengan format yang berbeda. Apabila biasanya sedekah yang identik dengan hadiah, pemberian dan sejenisnya, maka sebuah museum seni di Houston, Texas, Amerika Serikat mengemasnya dalam sebuah tampilan seni yang mengagumkan.

Dalam beritanya itu, www.voanews.com mewartakan bahwa saling memberi hadiah, yang merupakan salah satu tradisi Islam, menjadi fokus pameran di Museum Seni di kota Houston, Texas. Dengan mengambil tema “Gifts of the Sultan: The Art of Giving at the Islamic Courts" atau seni memberi dalam Islam. Kurator Francesca Leoni mengatakan

Rabu, 21 Desember 2011

IJTIHAT DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM

IJTIHAT DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM

Oleh : Tarmizi Zakaria

Al-Quran dan Sunnah merupakan dua sumber utama dalam penggalian hukum Islam. Apabila di dalam Al-Quran ditemukan ketentuan hukum yang jelas maka hukum itulah yang harus diambil. Namun bila tidak ditemukan di dalamnya, maka dicari dalam Sunnah. Dan Jika di dalam keduanya tidak terdapat ketentuan hukum atau hanya tersinggung secara samar, maka pencarian hukumnya melalui ijtihad atau ra'yi.

Ijtihad adalah mengerahkan kesungguhan dalam mengeluarkan hukum syara' dari apa yang dianggap syar'i seagai dalil yaitu kitabullah dan Sunnah nabiNya, ini ada dua macam yakni:
a. Mengambil hukum dari zhahir-zhahir nash apabila hukum itu diperoleh dari nash-nash itu.
b. Mengambil hukum dari ma'qul nash karena nash itu mengandung 'illat yang menerangkannya, atau 'illat itu dapat diketahui dan tempat kejadian yang di dalamnya mengandung 'illat, sedang nash itu tidak memuat hukum itu. inilah yang disebut dengan kiyas.(Hudhari Bik, hal. 256).

Sabtu, 25 Juni 2011

YA ALLAH, BERILAH SAYA MAKANAN

Selesai mengisi pengajian, 3 orang jamaah menghampiri sang ustad setelah shalat isya berjamaah. Tampak masih ada ketidak puasan dalam raut wajah mereka atas penjelasan sang ustad saat pengajian tadi. Tidak mau ketinggalan, saya pun ikut dalam rombongan itu (jamaah yang penasaran maksudnya). Sebenarnya saya punya persoalan sendiri yang harus saya temukan jawabannya pada malam itu dan sang ustad muda itu menjadi icaran saya. Berhubung mereka lebih tua maka saya undur diri dan mendahulukan mereka (padahal emang udah duluan mereka itu).

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, saya memperhatikan dan mendengarkan dengan seksama percakapan jamaah tersebut dengan sang ustad yang terlihat seru banget gitu. Yang mereka pertanyakan adalah masalah hubungan antara tauhid dan keimanan. Satu masalah yang sangat penting dan memang harus diapahami betul oleh insan yang mukallaf, bisik saya. Namun tidak perlu saya jelaskan persoalan tersebut panjang lebar disini, toh, ada banyak referensi yang membahas panjang lebar masalah itu. Saya cuma akan mengisahkan

Kamis, 28 April 2011

Arti Sebuah Senyum

Harganya tidak seberapa, tapi sangat bermanfaat
Senyum memperkaya mereka yang menerima
Tanpa merugikan mereka yang memberikan 
Senyum hanya terjadi dalam sekejap 
Namun dikenang selamanya 

Senyum menciptakan kebahagiaan di rumah