Sabtu, 21 Juli 2012

PASUKAN MUSLIMIN JUGA PERNAH TERKECOH

Ketika pasukan Muslim melakukan ekspansi ke Spanyol, tidak selamanya kaum Muslimin dapat meraih kemenangan yang memuaskan. Setidaknya mereka telah terkecoh dan dibuat malu saat bertempur di wilayah Murcia, Spanyol. Penguasa wilayah yang pernah berhadapan dengan kaum Muslimin itu, Theodomir, mempertahankan negerinya dengan sekuat tenaga. Ia merupakan seorang yang cerdas dan berpengalaman. Namun saat bertempur di tempat terbuka, ia dan pasukannya menderita kekalahan telak. Berikut cerita singkatnya;

Pertempuran awal dimenangkan oleh kaum Muslimin di bawah pimpinan Abdul Azizi ibn Musa. Theodomir dan pasukannya lari dan berlindung di balik benteng Orihuela. Kota benteng tersebut terkenal sangat kokoh, tapi jumlah pasukannya terlalu sedikit untuk mampu bertahan dari kepungan lawan. Ia pun segera memerintahkan seluruh wanita di kota tersebut untuk memanggul senjata dan membuat penampilan mereka

Rabu, 20 Juni 2012

BAGAIMANA MUSLIM MENYIKAPI DEMOKRASI?

Dalam pembahasan tentang demokrasi, alangkah baiknya jika kita bicarakan pendapat Islam tentang demokrasi. Menurut Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, para pemikir yang berbicara tentang demokrasi telah terbagi ke dalam beberapa kelompok yang berbeda, mereka yakni;  

1.  Menolak Demokrasi Atas Nama Islam
Kelompok ini melihat bahwa demokrasi dan Islam adalah dua hal yang bertentangan yang tidak akan pernah bertemu. Mereka beralasan:
a. Islam berasal dari Allah sedangkan demokrasi merupakan hasil karya manusia.
 b. Demokrasi berarti kekuasaan dari rakyat untuk rakyat, sedangkan Islam adalah hukum Allah.
 c. Demokrasi ditentukan oleh suara terbanyak padahal belum tentu suara terbanyak merupakan kebenaran.
 d. Demokrasi adalah hal baru yang termasuk dalam kategori bid'ah dalam agama, generasi sebelumnya tidak mengenal adanya sistem demokrasi.
 e. Demokrasi merupakan produk bangsa Barat yang beragama Nasrani atau beraliran sekuler, mereka tidak mempercayai adanya kekuasaan agama terhadap kehidupan dunia. Mereka adalah orang-orang kafir yang tidak percaya pada kenabian, ketuhanan dan adanya pembalasan. Bagaimana mungkin kita menjadikan mereka sebagai imam yang kita ikuti?

Karena alasan-alasan inilah kemudian dengan tegas mereka menolak demokrasi, mereka juga menentang orang beragama Islam yang membela dan mengusung demokrasi. Bahkan mereka tidak segan-segan menuduhnya sebagai orang kafir

Senin, 21 Mei 2012

UMAR BIN ABDUL AZIZ DAN PETUGAS ZAKAT

UMAR BIN ABDUL AZIZ dikenal sebagai yang adil dan melindungi rakyatnya. Berikut adalah salah satu bagian cerita yang terjadi di era sang khalifah memerintah.
  
Satu hari, datanglah para amil zakat kehadapan Amirul Mukminin Umar Bin Abdul Aziz. Maksud kedatangan mereka. tidak lain untuk melaporkan sejumlah harta yang telah mereka berikan kepada orang yang berhak menerimanya.  
   
Kedatangan para amil zakat ini ternyata juga disertai begitu banyaknya harta yang masih tersisa bersama mereka melihat hal itu Amirul Mukminin kemudian langsung bertanya, “Kenapa tidak kalian bagikan kepada para fakir miskin?”. Salah seorang dari mereka menjawab pertanyaan sang khalifah, “Tidak ada lagi orang miskin di negeri Islam wahai Amirul Mukminin”.  
   
Mendengar jawaban ini, sang khalifah tidak berpuas diri. “Kalau begitu, belilah dengan harta itu makanan dan perlengkapan untuk para tentara kita” seru Umar.
  
“Tentara-tentara Islam sedang menjelajahi dunia wahai khalifah, dan mereka Insya Allah

Senin, 12 Maret 2012

GEUNTEUET MODERN

Bangsa yang beradab menjunjung tinggi nilai adat dan budayanya, jika tidak, maka jadilah ia bangsa yang terpuruk dengan kerendahan moral dan akhlak penghuninya. Adakalanya budaya dan adat istiadat yang lahir ditengah-tengah masyarakat adalah hasil dari buah pikir masyarakat itu sendiri yang dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil dan terpelihara terus menerus.

Di Aceh sendiri, banyak adat dan budaya yang masih terjaga dengan baik, namun tidak sedikit juga yang mulai hilang terkikis kemajuan zaman juga karena ketidak pedulian dari masyarakat itu sendiri. Kita tidak mempermasalahkan jika yang hilang itu adat atau budaya yang muncul dari mitos atau sesuatu yang tidak diterima akal sehat, yang sangat disayangkan adalah suatu adat kebiasaan yang muncul dari kearifan masyarakat apalagi memiliki landasan kuat sebagai adat dan budaya yang harus dilestarikan sebagai suatu ciri  masyarakat yang beradab, dan salah satunya adalah budaya menghormati waktu Magrib.  

KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 9A Tahun 2008 Tentang HUKUM PELARANGAN KHITAN TERHADAP PEREMPUAN

KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor 9A Tahun 2008

... Tentang
HUKUM PELARANGAN KHITAN TERHADAP PEREMPUAN
Majelis Ulama Indonesia, setelah :
MENIMBANG : a. bahwa dewasa ini terjadi penolakan oleh sebagian masyarakat terhadap khitan perempuan.
b. bahwa Departemen Kesehatan Republik Indonesia Cq. Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Larangan Medikalisasi Sunat Perempuan bagi Petugas Kesehatan;
c. bahwa telah terjadi keragaman praktik khitan perempuan di masyarakat karena ketidak-fahaman batas yang dikhitan;
d. bahwa terhadap persoalan tersebut Kementerian Pemberdayaan Perempuan telah mengajukan permohonan fatwa kepada MUI;
e. bahwa untuk memberikan kepastian hukum dalam syari’at Islam, MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum pelarangan khitan terhadap perempuan. 

KUNCI MASJIDIL AQSHA

Pada Tahun 15 hijrah, Ketua pasukan panglima Islam telah mengirim surat kepada wali Kota Al Quds, agar menyerahkan kunci kota itu kepadanya.namun Wali kota itu menolak menyerahkan kunci itu kepadanya. Ia sebagai Wali kota dan sebagai ketua Agama. Pendeta Shaqrius menyatakan hanya akan menyerahkan kunci Kota itu kepada orang yang sifat-sifatnya yang tertulis dalam kitab suci mereka. Akhirnya panglima pasukan Islam Amru bin Ash, Sharhabil bin Hasanah dan Abu Ubaidah memberitahukan hal itu kepada Khalifah Umar Al Khattab ra. meminta beliau datang dan menerima kunci Kota Al Quds tersebut supaya tak terjadi lagi peperangan yang menelan korban yang lebih besar lagi. 

Mendengar berita itu dari Para panglima perangnya, Khalifah Umar Al Khattab segera pergi bersama seorang khadamnya menuju ke perbatasan Negeri Syam. Dalam perjalanan itu Khalifah menunggang seekor kuda sambil berganti-ganti
dengan khadamnya. Selepas Khalifah Umar menunggangnya kemudian khadamnya lagi.dan setelah itu mereka berdua akan berjalan kaki memberi kesempatan kepada kuda itu untuk berehat dari bebanan perjalanan dan muatan. 

Kesimpulan Mubahasah Ulama Aceh Terhadap Pemahaman yang Menimbulkan Bid'ah dan Syubhat

MEMBACA :
Makalah berjudul ringkasan ajaran yang menimbulkan bid'ah dan syubhat dalam masyarakat oleh panitia mubahasah ulama se-Provinsi Aceh.
Butir-butir ringkasan makalah adalah sebagai berikut :
1. Ajaran tentang "Manusia Berasal Dari Allah" adalah sesat dan menyesatkan karena dalil yang digunakan yaitu innalillahi wainna ilaihi raji'un ditafsirkan secara keliru seperti yang disampaikan dalam ceramah Ust. Kasem bin Sulaiman.
2. Ajaran yang menyebutkan bahwa "Beriktikad Ada Wujud Diri Adalah Dosa" dengan alasan Wujuduka Zanbon adalah sesat menyesatkan karena ungkapan tersebut tidak memiliki rujukan yang jelas.
3. Ajaran tentang shalat terdiri dari empat unsur yaitu berdiri adalah api; rukuk adalah angin; sujud adalah air dan duduk adalah tanah sesat menyesatkan dan tidak ada sumber dari agama.
4. Ajaran "Mengenal Tuhan baru dianggap dengan Cara Menfanakan Wujud dan Sifat" adalah sesat menyesatkan karena tidak ada sumber yang jelas.